Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Banner
jardiknaswikipedia Indonesia
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik
  Visitors : 704210 visitors
  Hits : 2067 hits
  Today : 110 users
  Online : 5 users
:: Kontak Admin ::

sman1kandangan    
Agenda
23 October 2018
M
S
S
R
K
J
S
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Meraih Predikat Sekolah Adiwiyata

Tanggal : 02/05/2015, dibaca 780 kali.

Meraih Predikat Sekolah Adiwiyata

Oleh : Bu Rahayu Sulistiawati, S. Pd.

Sekolah Adiwiyata, istilah ini mulai populer dan telah mampu menyihir warga SMAN 1 Kandangan bangkit, setelah sekian waktu seolah terlena oleh mimpi-mimpi indah. SMAN 1 Kandangan  yang dulu ibarat gadis lugu, culun,tampil apa adanya membiarkan potensi yang dimilikinya terkesan terbiarkan begitu saja tanpa ada yang peduli dari warganya.

Sekolah  Adiwiyata adalah sekolah yang asri, hijau, dan berwawasan lingkungan. Gelar tersebut sekarang sudah setahap diraih oleh sekolah kita, yaitu Sekolah Adiwiyata Juara III Tingkat Kabupaten HSS.

Maka kini SMAN 1 Kandangan ibarat ABG yang mulai berbenah, bersolek, mempercantik diri. Sungguh suatu anugrah Allah Swt  yang luar biasa. Adiwiyata mampu menginspirasi para guru dan semua siswanya.

Untuk meraih sebuah gelar Sekolah Adiwiyata, tidaklah semudah membalik telapak tangan, karena terlebih dahulu para pendidik di sekolah ini harus mampu memberi pemahaman kepada anak didiknya, apa itu Sekolah Adiwiyata.

Adiwiyata yaitu sebuah program Departemen LH yang bertujuan untuk menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah (guru, murid, dan pekerja lainnya), untuk mendorong upaya-upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang pada akhirnya dapat mewujudkan kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan berdasarkan norma kebersamaan, keterbukaan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian lingkungan hidup dan sumber daya alam.

Program Adiwiyata merupakan amanah Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup lalu ditindak lanjuti dengan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 02 tahun 2009 berisi pedoman pelaksanaan program Adiwiyata kemudian disempurnakan menjadi suatu kebijakan Pendidikan Lingkungan Hidup antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dengan Menteri Pendidikan Nasional No.03/MenLH/02/2010, No.01/II/KB/2010 tanggal 1 Februari 2010

Sebuah kesepekatan diputuskan berdasarkan beberapa pertimbangan penting yaitu: untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup, untuk melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan memerlukan sumber daya manusia yang sadar dan mampu memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup, dan bahwa pengetahuan, nilai, sikap, perilaku dan wawasan mengenai lingkungan hidup perlu diberikan sejak dini kepada seluruh lapisan masyarakat dan peserta didik pada semua satuan, jalur, jenjang dan jenis pendidikan.

Program Adiwiyata dalam Pendidikan Lingkungan Hidup  adalah sebuah kebijakan publik di bidang pendidikan yang berkaitan dengan suatu program atau serangkaian tindakan, taktik, dan strategi untuk mencapai sebuah tujuan yaitu untuk menanamkan nilai peduli lingkungan didasarkan pada usulan dari seseorang, kelompok atau pemerintah yang peduli lingkungan yang didukung oleh badan-badan dan aparat pemerintah bidang tertentu untuk melakukan kesepakatan bersama dalam menetapkan kebijakan  tersebut.

 

Pada Lampiran II Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 02 tahun 2009 tanggal 16 Maret 2009 tentang kriteria sekolah Adiwiyata adalah:

a. memiliki kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan;

b. memiliki dan melaksanakan kurikulum sekolah berbasis lingkungan;

c. melaksanakan kegiatan sekolah berbasis partisipatif

d. memiliki sarana dan prasarana pendukung sekolah yang ramah   lingkungan.

 

Anak didik SMAN 1 Kandangan harus mengetahuinya  agar tumbuh kesadaran dalam dirinya  sendiri untuk melakukan sebuah usaha dan kerja  dalam mewujudkan itu semuanya. Selain itu kita juga perlu memulainya dari diri sendiri, bagaimana ketika kita memerintahkan siswa untuk membersihkan dan memungut sampah, maka kita sebagai pendidiklah yang harus memulainya terlebih dahulu dengan membersihkan dan juga tidak canggung untuk memungut sampah guna membangkitkan rasa semangat di jiwa anak-anak didik kita mengenai cinta lingkungan.

 Mengacu pada tujuan adanya Sekolah Adiwiyata adalah untuk  Menciptakan Lingkungan Pengajaran yang indah, asri,  sejuk bagi Siswa, Guru dan Warga Sekolah  dan membangkitkan kesadaran akan Pentingnya Menjaga Lingkungan Hidup, sehingga sekolah dapat lebih berperan aktif dalam menciptakan kawasan yang peduli lingkungan dan menciptakan siswa – siswa yang sadar akan  kelestarian lingkungan dengan membiasakan membuang sampah pada tempatnya, mengerti pentingnya memilah – milah sampah dan mengerti bahwa barang bekas bukan hanya untuk dibuang tapi juga dapat dimanfaatkan.

Kepala sekolah, guru dan staf tata usaha yang memiliki inspirasi,semangat, dan motivasi untuk bangkit dan berbenah. Begitu pula siswa yang termotivasi dari semangat guru-gurunya menyambut dengan tangan terbuka. Warga SMANSA  rela harus berkotor-kotor ria untuk membabat rumput yang selama ini bertengger manis dan tidur-tiduran di lahan kosong yang begitu luas  atau berhujan-hujan dan berpanas-panasan untuk menanam kembang/ aneka tanaman di lingkungan SMANSA tercinta. Di sisi lain ada juga  siswa yang begitu bergairah menancapkan besi dan memasangnya dengan leluasa di tanah ditengah derasnya hujan untuk membuat lubang biopori, sementara yang lain dengan antusiasnya belajar mendaur ulang sampah dedaunan yang telah berguguran ditiup angin sepoi sepoi.. Lagi-lagi suatu geliat yang menggembirakan namun tentu saja tidak serta merta perilaku itu berubah drastis karena satu sisi yang rumit,masih sulit untuk berubah adalah membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah apalagi memungut sampah yang berserakan .

Menuju sekolah yang bergelar adiwiyata bukanlah sesuatu yang mudah untuk di raih dengan hanya membalikkan telapak tangan , tentu banyak  yang harus di benahi untuk mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan yang  merupakan komitmen sekolah secara sistematis dengan mengembangkan program-program untuk menginternalisasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam seluruh aktifitas sekolah.

Pembelajaran yang me­nginteg­ras­i­kan tema lingkungan merupakan suatu proses yang disengaja dan ber­kesinam­bu­ngan dalam mengembangkan lingkungan yang hijau dan asri, dengan terlaksananya program adiwiyata ini, maka turut menjadi nilai plus pula sebagai media membentuk karakter siswa.

Pendidikan karakter mem­butuh­kan intervensi dan habituasi agar efektif menghasilkan peserta didik yang tak hanya cerdas  tetapi juga dapat berperilaku santun terhadap lingkungan dengan cara mengimplementasikan rasa cinta dan peduli lingkungan dalam ke­hi­dupan sehari-hari. Misalnya tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon, hemat energy,air , membuat biopori,penataan tumbuhan,pemanfaatan limbah, dan lain sebagainya. Bukan hanya siswa! Guru juga ikut berperan dengan kelestarian sekolah kita.

Dengan melaksanakan kebijakan pendidikan lingkungan hidup melalui Program Adiwiyata, ada beberapa keuntungan yang dapat kita peroleh yaitu:

a. Meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan operasional sekolah dan penggunaan berbagai sumber daya.

b. Meningkatkan penghematan sumber dana melalui pengurangan konsumsi berbagai sumber daya dan energi.

c. Meningkatkan kondisi belajar-mengajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi semua warga sekolah

d. Menciptakan kondisi kebersamaan bagi semua warga sekolah.

e. Meningkatkan upaya menghindari berbagai resiko dampak lingkungan negatif di masa yang akan datang.

f. Menjadi tempat pembelajaran bagi generasi muda tentang nilai-nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar.

g. Mendapat predikat terhormat yaitu Sekolah Adiwiyata.

 

Selain itu program adiwiyata juga dapat mengurangi dampak global warning, sehingga dalam mewujudkan SMAN 1 Kandangan menjadi Sekolah Adiwiyata, diperlukan peran aktif dari semua unsur sekolah. Nah, sebagai guru kita harus sebagai pioner, kita harus memberikan contoh terlebih dahulu, untuk selanjutnya senantiasa mengajak kepada semua siswa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, khususnya lingkungan sekolah. Sehingga sekolah kita mampu memenuhi kriteria sebagai sebuah Sekolah Adiwiyata. Maka tak keliru, marilah Lomba Sekolah Adiwiyata di Tingkat Provinsi Kalsel kita jadikan motivasi untuk mencapai predikat itu.



Pengirim : Rahayu Sulistiawati, S. Pd
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : fasha -  [fasha28062015@gmail.com]  Tanggal : 19/05/2016
SMA 1 Kdg bisa nerima siswa pindahan dari smk swasta di kelas 11?

Pengirim : Hafizah Fikriah Waskan -  [hafizahfikriah@gmail.com]  Tanggal : 25/06/2015
Alhamdulillah, semoga sekolah kita tercinta ini bisa tetap berwawasan lingkungan meski arus perkembangan global sangat pesat. Dan saya juga berharap website ini selalu di update agar kami para alumni dan yang lainnya bisa mengakses informasi tentang sekolah kebanggaan ini lebih mudah.
Saya baru saja mendengar katanya SMANSA meraih peringkat I untuk adiwiyata provinsi, apakah benar? Karna saya sudah jarang sekali ke sekolah dan kurang informasi tentang itu. Terimakasih


   Kembali ke Atas